2013/01/02

Aher tak Akan 'Serang' Pasangan Lain


Aher tak Akan 'Serang' Pasangan Lain
Cagub Jabar Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Tim Kampanye Aher-Deddy Mizwar, Imam Budi, mengatakan, tidak akan menggunakan strategi menyerang lawan dalam usahanya memenangkan Pilkada Jabar. Pihaknya akan terus memberi pengetahuan pada masyarakat mengenai prestasi Ahmad Heryawan (Aher) dalam memimpin Jawa Barat. 

“Aher banyak mendapatkan penghargaan sebanyak 92 buah dari dalam dan luar negeri selama memimpin Jawa Barat,” jelasnya Rabu (2/1).

Berbeda dengan pasangan lain, Imam menyatakan kandidat yang diusungnya belum menawarkan program untuk kampanye. Pihaknya menyatakan masih merancang program yang disesuaikan dengan APBD Jawa Barat.

Sehingga nantinya, program yang ditawarkan tidak hanya janji-janji semata, tetapi dapat direalisasikan secara nyata. Namun demikian, program yang bagus dan diterima masyakarat dengan baik akan tetap dilanjutkan dan dijadikan sebagai program unggulan.

Salah satu program yang masih akan dipertahankan adalah program membangun desa. Saat ini perhatian pemerintah terhadap pedesaan sejak kepemimpinan Aher telah jauh lebih baik.

Meskipun berusaha secara simultan memajukan pedesaan. Pasangan nomor urut empat tidak akan meninggalkan budaya kearifan lokal yang mencirikan masyarakat Jawa Barat.

Terkait dengan serangan yang ditujukan pada pasangan petahana ini, Imam menyatakan tetap berusaha konsisten dalam mengusung keunggulan yang dimiliki. “Setiap pasangan calon memiliki kekurangan, karena tidak ada yang sempurna,” jelasnya.

Masyarakat sudah lebih pintar, karena mereka tidak hanya melihat kekurangan kandidat saja tetapi juga keunggulan yang dimilikinya. Imam mengimbau jika ada yang menggunakan strategi ini lebih baik mengenalkan keunggulan masing-masing untuk menarik elektabilitas mereka.

sumber : republika

DPRa PKS Baru Memilih Ketua Baru

Foto: Reki
Foto: Reki

Awal tahun 2013, DPRa PKS Baru memilih ketua DPRa yang baru untuk melanjutkan estafeta dakwah di wilayah Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (1/1). Nuqi Susanto terpilih untuk meneruskan amanah sebagai Ketua DPRa PKS Baru yang telah diamanahkan sebelumnya ke Heru Pramono sejak Pilkada 2012 lalu.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPC PKS Pasar Rebo, Uripudin bersama jajaran pengurus harian, Supriyadi dan Yunan Akbar.

Dalam sambutannya, Uripudin mengatakan bahwa penunjukan ketua baru dan BPH merupakan bagian dari takdir ALLAH SWT yang dimana harus bisa diterima sebagai ladang amal bukan sebagai beban. “Semoga dengan kepengurusan yang baru ini, DPRa PKS Baru bisa memberikan semangat baru untuk menyambut kemenangan dakwah 2014,” pesan Uripudin.

Heru juga mengingatkan kepada kepengurusan baru bahwa sedikitnya jumlah kader di wilayah Kelurahan Baru tidak akan menyurutkan semangat dakwah kita. “Kader kelurahan Baru terbatas dari segi jumlah, namun itu tidak membuat semangat kader berkurang dalam mengemban setiap tugas dakwah yang diberikan,” ucap Heru. (reki)

5 Negara Maju yang Tidak Ada Ujian Akhir Nasional (UAN)



Setiap tahunnya di Indonesia pada sibuk Ujian Nasional. Untuk Apakm pendidikannya… 1. Finlandia 
ah Ujian Nasional Sebetulnya? Apakah UN mutlak diperlukan? Berikut negara – negara maju yang ternyata tidak menerapkan ujian nasional pada siste


Finlandia sebagai negara dengan system pendidikan termaju di dunia tidak mengenal yang namanya Ujian Nasional. Evaluasi mutu pendidikan sepenuhnya dipercayakan kepada para guru sehingga negara berkewajiban melatih dan mendidik guru guru agar bisa melaksanakan evaluasi yang berkualitas. Setiap akhir semester siswa menerima laporan pendidikan berdasarkan evaluasi yang sifatnya personal dengan tidak membandingkan atau melabel para siswa dengan peringkat juara seperti yang telah menjadi tradisi pendidikan kita. Mereka sangat meyakini bahwa setiap individu adalah unik dan memiliki kemampuan yang berbeda beda.
Di Finlandia profesi guru adalah profesi yang paling terhormat. Dokter justru berada dibawah peringkat guru.

2. Amerika 


Amerika yang terdiri dari banyak negara bagian ternyata tidak pernah menyelenggarakan UN atau ujian negara secara nasional.
Walaupun ada ujian yang diselenggarakan oleh masing-masing state (negara bagian), namun tidak semua sekolah diwajibkan mengikuti ujian negara bagian. Tiap negara bagian juga mempunyai materi ujian-masing masing.
Sekolah-sekolah tetap boleh menyelenggarakan ujian sendiri dan menentukan kelulusannya sendiri..
Semua lulusan, baik lulusan yang disenggarakan oleh sekolahnya sendiri atau lulus ujian yang diselenggarakan negara bagian, tetap boleh mengikuti ujian mauk ke college ataupun universitas asal memenuhi persyaratan dan lulus tes masuk.
Logika pendidikan yang digunakan yaitu: Kualitas pendidikan ditentukan oleh individu masing-masing kelulusan. Walaupun Si A lulusan dari SMA pinggiran yang tidak terkenal, kalau dia lulus tes masuk ke Universitas Harvard, maka diapun akan diterima di universitas tersebut.Jadi masalah kualitas ditentukan oleh individu (individual quality).
Pakar pendidikan dari Columbia University, Linda Hammond (1994)
Berpendapat bahwa nasionalisasi ujian sekolah tidak bisa memberi kreativitas guru. Sekolah tidak bisa menciptakan strategi belajar sesuai dengan perbedaan kondisi sosial, ekonomi, budaya, serta kemajuan teknologi. Sistem pendidikan top down oriented, tak bisa menjawab masalah yang ada di daerah-daerah berbeda.

3. Jerman 


Jerman tidak mengenal ujian nasional. Kebijaksanaan yang diutamakan adalah membantu setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal, yaitu dengan:
(1) menyediakan guru yang profesional, yang seluruh waktunya dicurahkan untuk menjadi
pendidik;
(2) menyediakan fasilitas sekolah yang memungkinkan peserta didik dapat belajar dengan penuh kegembiraan dengan fasilitas olahraga dan ruang bermain yang memadai dan ruang kerja guru;
(3) menyediakan media pembelajaran yang kaya, yang memungkinkan peserta didik dapat secara terus-menerus belajar melalui membaca buku wajib, buku rujukan, dan buku bacaan, (termasuk novel), serta kelengkapan laboratorium dan perpustakaan yang memungkinkan peserta didik belajar sampai tingkatan menikmati belajar;
(4) evaluasi yang terus-menerus, komprehensif dan obyektif.
Melalui model pembelajaran yang seperti inilah, yaitu peserta didik setiap saat dinilai tingkah lakunya,
kesungguhan belajarnya, hasil belajarnya, kemampuan intelektual, partisipasinya dalam belajar yang menjadikan sekolah di Jerman mampu menghasilkan rakyat yang beretos kerja tinggi, peduli mutu, dan gemar belajar.
Mereka setiap hari belajar selalu mendapat tugas dari semua mata pelajaran yang proses maupun hasilnya dinilai dan nilai-nilai ini memengaruhi nilai akhir semester dan seterusnya.

4. Kanada 


Di Kanada tidak ada Ujian Nasional karena dianggap tak bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di negara iti. Untuk kontrol kualitas di Kanada terdapat penjaminan mutu pendidikan yang kontrolnya sangat kuat. Lembaga penjamin mutu ini benar-benar bekerja secara ketat dari pendidikan dasar hingga menengah. Sehinga murid yang akan masuk ke perguruan tinggi cukup dengan rapor terakhir.
Di Kanada, perguruan tinggi tidak sulit lagi untuk menerima murid darimana pun sekolahnya. Karena standar sekolah di sana sudah sesuai dengan standar perguruan tinggi yang akan dimasuki setiap lulusan sekolah.
Kebalikan dengan di Indonesia, perguruan tinggi banyak yang tidak percaya dengan lulusan sekolah menengah. Saling tidak percaya standar ini yang menyebabkan pemborosan keuangan negara karena harus menyelenggarakan UN dan ujian mandiri.

5. Australia 


Di Negara Australia ini, ujian nasional tidak dilaksanakan bahkan tidak dikenal sama sekali, melainkan ujian state. Ujian ini tidak menentukan lulus tidaknya para peserta didik, namun untuk menentukan kemana siswa tersebut akan melanjutkan pendidikan. Berapapun nilai yang didapatkan oleh siswa dari ujian tersebut tetap dinyatakan lulus. Nilai nol pun tetap dinyatakan lulus, namun kelulusan tersebut tidak ada gunanya. Berarti siswa tersebut akan sangat sulit untuk melanjutkan pendidikannya.
source:http://kolom-inspirasi.blogspot.com/2012/05/5-negara-maju-yang-tidak-mengenal-ujian.html

Aplikasi Game : Tebakan Kang Aher

Description

Aplikasi ini merupakan aplikasi quiz pilihan ganda sederhana tentang segudang prestasi Ahmad Heryawan(Kang Aher) selaku Gubernur Jawa Barat.
Uji pengetahuan anda tentang Prestasi dan Penghargaan Kang Aher selama memimpin Jawa Barat.
Aplikasi ini non komersil tidak dijual dan tidak ada iklan, tanpa pesanan dari pihak manapun, Developer membuatnya untuk memberikan pencerdasan kepada masyarakat bahwa masih banyak pemimpin di Indonesia yang berprestasi untuk kesejahteraan rakyat.
Jangan lupa untuk share score anda ke facebook.
 

App Screenshots


Baca selengkapnya disini

Presiden PKS Awali Safari Dakwah dari Lampung



BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Lampung menjadi provinsi pertama yang akan dijejaki rombongan Safari Dakwah III Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq. Sumatera menjadi tujuan pertama rombongan yang berjumlah sekitar 100 orang ini. Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera mendapat kehormatan menjadi titik tolak pertama.

Selama di Lampung, Presiden PKS direncanakan akan hadir dalam Apel Siaga Pemilu di Lapangan Enggal Bandar Lampung dan beramahtamah dengan sejumlah tokoh, insan pers, kader, dan relawan PKS se-Lampung. "Rombongan tiba di Lampung Sabtu 5 Januari 2013, menghadiri sejumah agenda lalu langsung bertolak ke Sumatera Selatan Minggu (6-13) malam," kata Koordinator Panitia Aep Saripudin, Selasa (1-1).

Sejumlah Dewan Pengurus Pusat PKS akan menyertai Luthfi Hasan Ishaaq di antaranya Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri dan Ketua DPP PKS Wilayah Sumatera Chairul Anwar. Rombongan DPP PKS akan berkonvoi memasuki Lampung melalui jalur lintas Bakauheni, lalu menuju Palembang melalui jalan lintas timur.

Ditambahkan Aep, penyambutan Presiden PKS dan rombongan akan dimeriahkan pula konvoi Klub Timorer Lampung serta Vespa Antique Community. "Pada acara puncak hari Minggu kami juga akan menyelenggarakan donor darah bekerjasama dengan Lumbung Darah PKS dengan target terkumpul 1000 kantong," kata Aep. (L-1)

sumber : Lampost

Istri Cagub Jabar Bersihkan Sampah Tahun Baru



Istri Cagub Jabar Bersihkan Sampah Tahun Baru
Netty Heryawan (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG – Perayaan tahun baru 2013 usai. Sampah pun berserakan di mana-mana.

Netty Prasetuyani Heryawan, istri calon gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun mengajak masyarakat tergabung dalam Budaya Cinta Lingkungan (BCL).

Selasa (1/1) Netty kembali mengkampanyekan secara nyata gerakan BCL. Ia turun langsung membersihkan sampah perayaan tahun baru 2013.

“Ya, ini sebagai pemecah apriori yang berkembang di masyarakat.  Kenapa di depan pusat pemerintahan justru sampah berserakan seperti tak dipedulikan. Mudah-mudah muncul kesadaran bersama menjadi BCL,” jelas Netty di ruas jalan yang malamnya dijadikan Car Free Night.

Netty mengajak semua warga bersama melakukan aksi BCL di lingkungannya masing-masing. Maklum, data BPLHD tahun 2010 menyebutkan, total jumlah timbulan sampah se-Jabar adalah 49.058 meter kubik per hari. 

Baru 60 persen sampah timbulan harian yang tertangani petugas kebersihan.  Kondisi ini diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sebagai contoh, pasar tumpah mingguan di Lapangan Gasibu selalu menyisakan begitu banyak sampah. Padahal tempat tersebut berada persis di seberang pusat pemerintahan Jabar, Gedung Sate (Jalan Diponegoro).

Dengan alasan itulah, di awal tahun ini mulai digalakan aksi pembersihan lingkungan bersama-sama. Aksi ini dikerjakan oleh berbagai elemen seperti para pejabat dinas, biro pemerintahan dan lembaga  lain, pelajar komunitas pecinta lingkungan dan masyarakat umum. “Kita harus melakukannya bersama-sama, dengan BCL kita jadi sehat,” tandas istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ini.


sumber : republika

Awali 2013, Aher dan Istri Berbatik Cirebon


INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan istri, Netty Heryawan menggunakan batik khas Cirebonan bermotif mega mendung untuk mengisi hari pertama di tahun baru. Hal ini dilakukan sebagai upaya pelestarian batik yang berasal dari Jabar.

Heryawan mengatakan Pemprov Jabar berkewajiban menjaga batik Cirebon dan batik dari daerah lain di Jabar. Untuk itu, budaya mengenakan baju batik perlu terus digalakan demi menjaga kelestarian batik khususnya asal Jabar.

"Sudah menjadi komitmen Pemprov Jabar untuk melestarikan batik asal Jabar seperti batik Cirebonan," ujarnya kepada wartawan di Salma Batik Tradisional Cirebon, Jalan Citarum 11, Kota Bandung, Selasa (1/1/2013).

Dia menjelaskan batik-batik asal Jabar sudah terkenal di masyarakat. Selain batik asal Cirebon, terdapat batik yang berasal dari daerah lain di Jabar.

Seperti Cirebon, lanjut Heryawan, daerah lain di Jabar juga berupaya mendorong kepopuleran batik khas daerahnya masing-masing. Misalnya, batik asal Sukabumi yang bermotif pala dan batik Bogor yang bermotif kujang. "Sekarang, setiap daerah memiliki batik dengan motif khas yang disesuaikan dengan simbol daeranya masing-masing," jelasnya.

Menurutnya, batik Jabar juga telah maju dan berkembang menjadi sebuah industri. Karena itu, kemajuan batik perlu terus didorong mengingat industri tersebut tergolong industri padat karya.

Pemprov Jabar, kata Heryawan, berupaya menjaga kelestarian batik melalui kewajiban PNS mengenakan batik setiap hari Kamis dan Jumat. Cara sederhana itu diharapkan mampu membudayakan penggunaan batik di masyarakat.

"Batik khas Jabar perlu didorong karena banyak masyarakat yang bekerja di industri tersebut," katanya.

Heryawan juga mengaku suka mengenakan batik dalam berbagai kegiatan formal maupun santai. Soal warna, orang nomor satu di Jabar itu suka mengenakan batik berwarna cokelat muda karena warna tersebut dinilai lebih natural dibandingkan warna lainnya.

Sementara itu, Netty Heryawan suka mengenakan batik berwarna cerah seperti merah. Warna tersebut dinilai menunjukan karakteristik lebih berani.

"Saya pilih warna merah karena ada teori dress to succes karena warna tersebut bisa lebih memudahkan penyampaian pesan," pungkasnya.[jul]

sumber : inilahkoran

Rilis ICW: Tak Ada Kader PKS yang Tersangkut Kasus Korupsi

Foto: Ekslusif
Foto: Ekslusif

RMOL. Sebanyak 25 wakil rakyat dari DPR/DPRD I/DPRD II dan 1 pejabat tinggi negara terjerat korupsi di KPK, Kajaksaan dan kepolisian sepanjang 2012. Dari 25 orang itu, kader Golkar menempati posisi teratas disusul PAN.

Hal itu disampaikan peneliti korupsi politik ICW, Apung Widadi dalam juma pers “Outlook Korupsi Politik 2013″ di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Jumat (28/12).

Apung membeberkan dari Golkar ada 7 orang yang tersangkut kasus korupsi. Yaitu; Zulkarnen Djabar (anggota Banggar dan Komisi VIII DPR), Yohanes Eluay (Ketua DPRD Jayapura), Iqbal Wobisono (mantan anggota DPRD Jateng), Yurikus Dimang (Wakil Ketua I DPRD Palangakaraya), Andi Irsan Idris Galigo (anggota DPRD Bone), Zahri (Ketua DPRD Pelawan) dan Muhammad Faisal Anwar (anggota DPRD Riau).

Sementara dari PAN ada 5 orang. Yaitu, Riza Kurniawan (Wakil Ketua DPRD Jateng), Taufan Andoso Yakin (Wakil Ketua DPRD Riau), E Suminto Adi (anggota DPRD Mojokerto), Agung Purno Sarjono (anggota DPR Semarang) dan Suminto Adi (anggota DPRD Mojokerto).

Sementara untuk Partai Demokrat terdapat empat orang. Mereka adalah Angelina Sondakh (anggota DPR), Muhammad Nazaruddin (mantan angota DPR), Wisnu Wardhana (Ketua DPRD Surabaya) dan Andi Alifian Mallarangeng (mantan Menpora).

Jumlah kader Demokrat yang tersangkut kasus korupsi sama dengan PDIP. Kader partai berlambang kepala banteng yang terjerat korupsi adalah Izederik Emir Moeis (Ketua Momisi XI DPR), Murdoko (Ketua DPRD Jawa Tengah). Aries Marcorius Narang (Ketua DPRD Palangkaraya) dan Sukarni Joyo (anggota DPRD Kutai Timur).

PKB dan PPP masing-masing punya dua kader. Yaitu; Zulkifli Shomad (mantan Ketua DPRD Kota Jambi) serta M Dunir (anggota DPRD Riau) dari PKB. Sedangkan PPP, SD (anggota DPRD Lobar) dan Jambran Kurniawan (Wakil Ketua DPRD Palangkaraya).

Dan terakhir Partai Gerindra. Seorang kader Prabowo Subianto yang tersangkut korupsi itu adalah Sumartono (anggota DPRD Semarang).

Sementara satu orang lagi anggota dewan yang terlibat korupsi belum teridentifikasi berasal dari partai mana. Yaitu Afit Rumagesan (Ketua DPRD Fakfak).

Praktis, dari sembilan partai yang ada hanya PKS dan Partai Hanura yang tak ada …

Klik berita selengkapnya! (Hanya PKS dan Hanura yang Tak Ada Kadernya Tersangkut Kasus Korupsi)

Template by:
Free Blog Templates